Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Posted on by Alex

Belanda Menatap Kualifikasi Piala Dunia 2018

Belanda Menatap Kualifikasi Piala Dunia 2018 – Belanda Menatap Kualifikasi Piala Dunia 2018 – Belanda piala dunia 2014 merupakan salah satu skuad terbaik yang pernah dimiliki negeri kincir angin tersebut. Selain kualitas skuad yang dimiliki; kecerdikan dan kejelian manajer Louis Van Gaal juga menjadi kunci sukses lain yang membawa Belanda mengakhiri turnamen dengan meraih peringkat ketiga. Sangat disayangkan setelah mundurnya Van Gaal dari tim nasional Belanda untuk menangani Manchester United; penampilan tim nasional Belanda terus menurun. Akibat penurunan performa tersebut Arjen Robben dan kawan – kawan terpaksa harus absen di putaran final Piala Eropa 2016 karena tidak lolos kualifikasi. Belanda harus tersingkir setelah mengakhiri kualifikasi Piala Eropa 2016 di peringkat 4 Grup A yang meloloskan Republik Ceko sebagai juara grup, Islandia sebagai runner up dan Turki yang menjadi tim peringkat 3 terbaikdi klasemen seluruh grup kualifikasi.

Belanda Menatap Kualifikasi Piala Dunia 2018

Belanda Menatap Kualifikasi Piala Dunia 2018

Pada dasarnya tidak ada banyak perubahan terkait strategi dan gaya bermain yang ditampilkan tim nasional Belanda selama Piala Dunia 2014 di bawah arahan Louis Van Gaal dengan gaya bermain dan strategi setelah Belanda ditangani oleh Guus Hiddink. Perbedaan yang berdampak pada performa dan hasil akhir di pertandingan yang dijalani Belanda sepertinya terletak pada pilihan pemain. Jika Guus Hiddink lebih suka memilih pemain – pemain yang menjadi bintang di klub masing – masing; Van Gaal sepertinya lebih menitikberatkan pilihannya pada keunikan karakter seorang pemain. Beberapa pilihan pemain yang dibawa oleh Van Gaal memang memiliki karakter unik sehingga dapat difungsikan untuk mengisi posisi yang spesifik. Ron Vlaar yang terbilang minim ketrampilan mengolah bola menjadi benteng lini belakang yang tangguh berkat kekuatan fisik dan karakter petarung yang dimiliki. Ia didampingi Daryl Janmaat dan Daley Blind yang secara teknis jauh di atas kemampuan Vlaar. Keunikan karakter pemain yang juga dimanfaatkan secara optimal oleh Van Gaal adalah ketangguhan penjaga gawang Tim Krul untuk adu tendangan penalti. Van Gaal memainkan Tim Krul sesaat sebelum pertandingan di waktu tambahan berakhir terbukti sukses menghentikan tendangan penalti Bryan Ruiz dan Michael Umana dan membawa Belanda mengalahkan Kosta Rika di perempat final.

Louis Van Gaal sebelumnya sangat bergantung pada seorang Kevin Strootman di lini tengah untuk menjadi jenderal lapangan. Cedera yang dialami Strootman memaksa Van Gaal mengganti strategi menjelang putaran final Piala Dunia 2014. Permainan yang kurang atraktif namun efisien dan terfokus pada hasil akhir menjadi pilihan Van Gaal. Kecepatan Arjen Robben dan Memphis Depay menjadi tumpuan Belanda dalam membangun serangan serta mendukung Robin Van Persie atau Klaas jan Huntelaar yang dimainkan sebagai penyerang tunggal. Sedangkan tugas sebagai jenderal lapangan tengah kembali diemban oleh Wesley Sneijder.

Masalah Di Tim Nasional Belanda

Setelah sukses menjadi tim juara 3 di Piala Dunia 2014 Brazil; Belanda memulai fase penurunan performa yang signifikan di pertandingan – pertandingan kualifikasi Piala Eropa 2016. Guus Hiddink yang ditunjuk sebagai manajer ternyata gagal meramu strategi dan memili pemain untuk memberikan hasil terbaik di pertandingan kualifikasi Piala Eropa. Nama Ronald Koeman dikabarkan menjadi pilihan pertama untuk menggantikan Van Gaal; hanya saja pada saat – saat terakhir ternyata Hiddink menjadi manajer yang dipilih oleh federasi sepakbola Belanda KNVB. Kejadian tersebut sempat membuat Ronald Koeman marah dan memilih untuk menangani Southampton di Liga Primer Inggris. Banyak pelatih di Belanda yang menganggap Koeman lebih pantas menangani tim nasional karena lebih memahami kondisi pemain dan permainan sepakbola masa kini. Keputusan tersebut terbukti keliru dan Guus Hiddink akhirnya meninggalkan jabatan sebagai manajer tim nasional dan digantikan oleh asisten Danny Blind.

Pergantian manajer ternyata tetap gagal menyelamatkan Belanda di kualifikasi Piala Eropa sehingga mereka gagal berangkat ke Perancis di musim panas tahun depan. Belanda untuk pertama kalinya tidak turut serta di turnamen besar sejak Piala Dunia tahun 2002. Menemukan gaya bermain sepakbola baru menjadi tanggung jawab Danny Blind yang hingga kini masih menjabat sebagai manajer tim nasional Belanda. Blind kini dibantu oleh Ruud van Nistelrooy dan Marco van Basten sebagai asisten manajer serta Patrick Lodewijks yang menjadi pelatih penjaga gawang. Belanda Menatap Kualifikasi Piala Dunia 2018 di Rusia menjadi tujuan besar selanjutnya untuk mengulang sukses Belanda piala dunia 2014.